" Semua butuh proses nduk.., apa dulu kamu langsung bisa lari? tidak kan?" kata babe dengan pelan, " bersabarlah...untuk bisa lari kau belajar duduk dulu, merangkak dulu, berdiri dulu, melangkahkan kaki setapak demi setapak, jatuh dulu, hingga akhirnya bisa berjalan bahkan berlari.. seperti itulah kehidupan." kulihat ketulusannya mengucapkan kalimat demi kalimat, betapa tinggi filosofi makna yang terkandung dalam gambaran kisah yang di paparkan beliau. Tak jauh-jauh semua orang pasti mengalami proses tersenbut. yah...kini ku sadari semua benar..
Perlahan-lahan ku mulai mencoba belajar menerima kenyataan sembari merangkak mencari teman baru, memahami dari sudut pandang yang berbeda dari sebelumnya, ya hanya perlahan. dan itupun sangat susah.
Disanalah kemudian proses dimulai, berusaha menemukan orang-orang yang mau menerima kehadiranku, belajar menganalisa sebuah keadaan, berusaha merangkai mimpi dalam gelap, dan berupaya menemukan solusi dengan cermat, terbata-bata namun pasti kan sampai itu sebuah keyakinan.
Yakinku semakin tumbuh tatkala kutuliskan mimpi-mimpi dengan sebuah pensil, dan memasrahkan penghapusnya tetap berada di tanganNya, dan membiarkanNya menghapus bagian-bagian mana yang tak sesuai.
Disanalah kemudian proses dimulai, berusaha menemukan orang-orang yang mau menerima kehadiranku, belajar menganalisa sebuah keadaan, berusaha merangkai mimpi dalam gelap, dan berupaya menemukan solusi dengan cermat, terbata-bata namun pasti kan sampai itu sebuah keyakinan.
Yakinku semakin tumbuh tatkala kutuliskan mimpi-mimpi dengan sebuah pensil, dan memasrahkan penghapusnya tetap berada di tanganNya, dan membiarkanNya menghapus bagian-bagian mana yang tak sesuai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar