Sore itu awan hitam masih menggantung menyelimuti langit kota, basah rerumputan dan jalan masih belum kering bekas gerimis yang beberapa saat menghujam bumi. Kantor sudah sepi, jam pulang kami selama Ramadhan maju satu jam lebih awal dibanding bulan-bulan sebelumnya. Aku tinggal sendiri di ruang depan tepat menghadap kegerbang masuk. Disitu tempat dimana aku menyelesaikan segala macam administrasi. Aku berkemas merapikan file-file setelah sholat ashar agar segera bisa pulang juga. Namun tiba-tiba ku mendengar suara langkah kaki seperti masuk ke area kantor, aku pun tak bisa melihatnya secara langsung karena terhalang tembok.
Minggu, 28 Juli 2013
Jumat, 26 Juli 2013
Engkau Luar Biasa.....
Kau terus meratap menangisi semua hal yang kau anggap tak mampu dijalani, dan kau menyalahkan orang lain sebagai penyebab semua itu terjadi, kau merasa dirimulah satu-satunya orang yang dibebankan sepikul masalah, seonggok duka, dan penghianatan. Kau kalut, marah, bersedih dan terus mengeluh, kau umbar kesana kemari dukamu, seakan kau ingin seisi dunia tahu dan mengerti akan kesedihanmu. Namun apakah mereka peduli? apakah mereka akan serta merta menghilangkan duka dan kesedihan itu? dan kau langsung ceria bak cerahnya matahari pagi? Tidak bukan? Mungkin ada perasaan lega yang kau rasakan saat berhasil menumpahkan mendung itu, tapi ternyata esok hari kau masih juga meratap, kalau demikian tidak berkurangkah bebanmu?
Selasa, 16 Juli 2013
ingin merdeka
berhentilah! ya berhentilah!
ini bukan tempatmu lagi, bukan...
saat ini, ataupun nanti, bahkan selamanya
pergilah...ya, pergilah!
sudahi penjajahanmu dalam otak
kau berhasil!
dan kini saatnya ku merdekakan diri
saat ini, bukan nanti atau esok
tak ingin mengusirmu
tapi harus
bukan mengusirmu
tapi membiarkanmu pergi sendiri
pergi dari bayangan
bayangan senja yang merona
dan jika kau hadir lagi
hadirlah dengan putihnya jiwa
menyemai keringnya dahan rapuh
dalam rangkaian jika
ya.. jika ada tertulis dilauhil mahfudz
maka sekarang pergilah......
aku ingin merdeka
ini bukan tempatmu lagi, bukan...
saat ini, ataupun nanti, bahkan selamanya
pergilah...ya, pergilah!
sudahi penjajahanmu dalam otak
kau berhasil!
dan kini saatnya ku merdekakan diri
saat ini, bukan nanti atau esok
tak ingin mengusirmu
tapi harus
bukan mengusirmu
tapi membiarkanmu pergi sendiri
pergi dari bayangan
bayangan senja yang merona
dan jika kau hadir lagi
hadirlah dengan putihnya jiwa
menyemai keringnya dahan rapuh
dalam rangkaian jika
ya.. jika ada tertulis dilauhil mahfudz
maka sekarang pergilah......
aku ingin merdeka
Senin, 15 Juli 2013
Ramadhan tanpamu
Terasa berbeda, ya memang ramadhan kali ini berbeda dari Ramadhan2 sebelumnya, tak ada lagi canda kalian disela waktu menunggu buka puasa, ataupun ngabuburit bareng kalian, atau berjamaah bareng kalian di masjid Wates. sebuah ponpes sederhana yang berada di kota kelahiran SBY di Pacitan. cukup sederhana nama itu, "Pondok Wates' entah mengapa dan bagaimana sejarahnya hingga nama Wates menjadi nama sebutan. Wates yang dalam bahasa jawa berarti batas, mungkin menurut hemat saya karena lokasi masjid dan 'pondok' itu terletak diantara perbatasan dua desa.
Jumat, 12 Juli 2013
20rb tak jadi habis malah bertambah lebih dari 10x lipat
Bismillahirrahmaanirrahim....
mulai dari mana ya?heee...jadi bingung nih... ini tentang pengalaman pribadi yang subhanallah sangat luar biasa, maha besar Allah dengan segala firmanNya. sesungguhnya apa yang kita keluarkan untuk kebaikan itu sebenarnya tidak berkurang justru Allah akan mengganti dengan yang berlipat.
Ibu
Ia tersebut dengan kata yang sangat sederhana, dan bermacam-macam penyebutannya, tapi semua bermakna sama "ibu". yach, dialah ibu, seorang wanita yang mempertaruhkah nyawa demi kehidupan kita. ia bahkan rela menukar kebahagiannya dengan letih demi senyum kita . ia bagai malaikat.
Tak ada satu katapun yang dapat melukiskan bagaimana indahnya dan sakitnya pengorbanan yang ia lakukan untuk seorang yang lahir dari rahimnya. senyumnya tetap mengembang kala mutiara beningnya terpaksa harus mengalir. Tak terjabarkan bagaimana mulia hatinya, untuk setiap kebengalan yang kita buat, untuk setiap maaf yang tak kita minta atas setiap kesalahan kita.
Tak ada satu katapun yang dapat melukiskan bagaimana indahnya dan sakitnya pengorbanan yang ia lakukan untuk seorang yang lahir dari rahimnya. senyumnya tetap mengembang kala mutiara beningnya terpaksa harus mengalir. Tak terjabarkan bagaimana mulia hatinya, untuk setiap kebengalan yang kita buat, untuk setiap maaf yang tak kita minta atas setiap kesalahan kita.
Kamis, 11 Juli 2013
Terkadang kita baru akan belajar dan mengerti setelah suatu keadaan memaksamu untuk mengerti. Tapi setelahnya kau akan sadar, dan berkata "andai cara ini kulakukan sejak dulu". mungkin kau tak kan pernah berkata seperti itu sebelum semua terjadi. berarti kau telah belajar mengindahkan dirimu dengan apa yg telah terjadi, tak ada yang perlu disesali karna pengalaman adalah guru terbaik yang kongkrit.
semangat menjalani hari, lupakan kesalahan orang2 dimasa lalu, dan terus belajar untuk masa depan indah yg menanti.
semangat menjalani hari, lupakan kesalahan orang2 dimasa lalu, dan terus belajar untuk masa depan indah yg menanti.
Langganan:
Postingan (Atom)