Seorang wanita paruh baya berjalan dengan peluh yang sesekali menetes dari keningnya yang tertutup hijab sederhananya. Jalannya tampak payah sepertinya beliau telah menempuh perjalanan yang lumayan jauh.
"Dari mana Bu?"
"Dari pasar nduk..." jawabnya dengan senyum mengembang. akupun menghentikan laju motorku.dan berniat menawarkan bantuan untuk mengantarnya sampai rumah.
" makasih ya nduk...." ucapanya seraya duduk dibelakang saya. " saya tadi mau naik angkot tapi nungguin lama gak ada yang lewat makanya jalan ini nduk..." ibu itu bercerita begitu motorku mulai menapaki jalan aspal yang masih baru saja diperbaiki.
"wah, pasti capek banget bu jalan sejauh itu.." jawabku mencoba ikut merasakan bagaimana letihnya berjalan dari pasar yang berjarak kurang lebih 2 km dari kampung kami.
"iya sih nduk,,ini dari kemaren anak saya pengen makan pepes ikan patin makanya ke pasar nungguin paklek sayur tidak bawa ikan ".
Ah, betapa beruntungnya bocah yang menjadi anak beliau begitu perhatiannya si ibu ini. pikiranku sibuk menilai ibu yang kukenal bernama Marni itu.
" wah, pasti anak ibu seneng banget sampe dibela-belain jalan kaki."
"iya nduk nanti kalo pulang pasti langsung makan. tadi gak sempet sarapan buru-buru bilangnya mau ada acara bagi-bagi bunga gitu dijalan, tak suruh ngantar dulu kepasar mana sempet..."
Akupun teringat bahwa hari ini adalah peringatan "mother's day" kata orang-orang bule ato "hari ibu" bahasa lokalnya. Ada nyeri yang begitu menyayat hati. Batapa banyak diluar sana yang tengah memperingati hari orang 'keramat' ini (ibu). berbagai aksi dilakukan dari bagi-bunga terutama pada ibu-ibu yang lewat dijalan sampai yang tengah belanja di pasar hingga teatrikal, puisi dan sebagainya.
Tetapi masih ada yang mengabaikan sosok Mulia yang ada dirumahnya, yang dengan gagah dan anggunnya memperhatikan kita setiap saat.
Betapa rugi sekali,,begitu pikirku membayangkan apa yang tengah dikerjakan anak bu Marni saat ini. Sosok Malaikat dirumah kita tengah menyiapkan sesuatu yang luarbiasa untuk kita namun kita terlalu sibuk menyiapkan bunga untuk orang lain yang bahkan tak dikenalnya. Sosok Malaikat itu hanya meminta sedikit waktu kita, namun kita tak penuhi demi hal lain. Atas nama kemanusian, manusia setengah dewa itu terbaikan. Atas nama kepedulian Perempuan mulia itu tak dipedulikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar