Jumat, 12 Juli 2013

Ibu

Ia tersebut dengan kata yang sangat sederhana, dan bermacam-macam penyebutannya, tapi semua bermakna sama "ibu". yach, dialah ibu, seorang wanita yang mempertaruhkah nyawa demi kehidupan kita. ia bahkan rela menukar kebahagiannya dengan letih demi senyum kita . ia bagai malaikat.
Tak ada satu katapun yang dapat melukiskan bagaimana indahnya dan sakitnya pengorbanan yang ia lakukan untuk seorang yang lahir dari rahimnya. senyumnya tetap mengembang kala mutiara beningnya terpaksa harus mengalir. Tak terjabarkan bagaimana mulia hatinya, untuk setiap kebengalan yang kita buat, untuk setiap maaf yang tak kita minta atas setiap kesalahan kita.




Ia selalu ada saat kita membutuhkannya, sekalipun tidak dengan raganya namun doanya senantiasa mengalun mengiringi tiap jengkal langkah kita. doa2 yang dipanjatkan dengan sepenuh jiwa dan raganya demi kebahagiaan mutiara hidupnya, dengan harapan kelak ia kan mendapatkan doa yang sama saat raganya tak lagi berada di dunia.
tak ada seorang pun ibu  yang rela buah hatinya  terluka,itu kata mereka yang telah menjadi ibu. dan sayapun setuju dengan pendapat mereka. sekalipun banyak kita temui dari berbagai macam sorotan lensa pemburu berita, yang memaparkan kelakuan ibu yang tega membuang atau malah membunuh darah dagingnya. secara fisiologi mungkin mereka benar ibu yang melahirkannya, namun secara naluri ia mungkin tidak bisa dikatakan 'ibu'.karna naluri seorang ibu tak kan jauh dari sifat mengasihi, melindungi, menyayangi, dan memberikan yang terbaik yang bisa ia usahakan.
'ibu' ya hanya kata itu mewakili seluruh jiwa raganya, simbol keabadian cinta dan kasih yang nyata. tak perlu gelar apa2 yang disisipkan dibelakang namanya cukup 'ibu' sebagai pengganti panggilan namanya. 
Terimakasih ibu......untuk kasihmu yang tak berujung..
untuk setiap belaian tanganmu yang mendamaikan...
untuk setiap doamu yang membimbing langkah kami...
terimakasih ibu....kami doakan jannah untukmu...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar