Selasa, 24 September 2013

Imaji dan Mimpi

Temanku di kerjaan bilang kalo hari ini ada yang beda pada diriku, "ada apa ni tumben-tumbenan masakin kita semua, lagi bahagia ya bun?"
" kelihatannya gimana emang bun?" jawabku singkat.
"ia ibuk ni kelihatan gembira, ada apa sih?" dia semakin penasaran.
" gitu ya? masa' sih?" malah gantian aku sekarang yang keheranan. Padahal tak ada something special yang membuatku merasa lebih bahagia dari biasanya.


Tapi emang sih pikiranku lebih merasa tenanng dan seperti ada sebuah harapan yang segera akan kujemput, dan entah itu apa,dimana dan kapan. semua tak jelas tapi ada kelegaan direlung kalbu ini. Hidup ini memang harus disyukuri, mungkin ini senjata ampuh yang membuat wajah seseorang bisa terlihat lebih berseri dan bahagia. Dan itu yang sedang ku usahakan saat ini, belajar mensyukuri apapun itu yang tengah terjadi pada tiap scene kehidupan. Meski belum bisa dan sangat berat tapi belajar adalah solusi tertepat untuk saat ini.

Mungkin juga ada kaitannya dengan apa yang terjadi denganku beberapa hari ini. Imajinasiku merangkai beberapa episode tentang hal-hal yang akan kulakukan mendatang. bisa dibilang ini sebuah cita-cita atau setidaknya angan-angan yang kuimpikan untuk dapat terwujud. Hingga beberapa hari ini bayangan-bayangan itu memenuhi jaringan otakku, setiap saat ada kesempatan untuk membayangkan pastilah bayangan itu yang muncul, dan berlanjut dari scene per scene hingga runtut menjadi sebuah episode2 panjang yang entah dimulai darimana.

# Episode 1
Tiba-tiba anganku sampai pada suatu pemikiran yang mungkin ada kaitannya dengan kegiatanku tiap-tiap harinya, kebutuhan akan pendidikan agama banyak sekali dibutuhkan dimasyarakat namun ditengah kejahilanku dan waktu yang tak bisa berkompromi, aku tak sanggup untuk berperan aktif dalam kegiatan2 tersebut. Mungkin dari sini muncul mimpiku akan sebuah yayasan yang mengcover suatu lembaga pendidikan berupa madrasah. Akupun tersenyum membayangkan memiliki sebuah yayasan tersebut, bahagia rasannya, padahal baru sekedar membayangkan ( mungkin nggak ya???)

Pada episode ini aku mulai merangkai tentang langkah awal apa yang akan ku ambil, logikaku merancang dimana tempat yang akan ku jadikan lokasi, kapan waktu yang tepat untuk merealisasikan, apa saja yang perlu kupersiapkan, berapa dana yang bakal kuhabiskan untuk membiayai semua itu, siapa saja yang bakal terlibat dalam struktur organisasi, dan bla bla bla.....banyak sekali ya....
Semua itu sudah tergambar diotakku namun belum ada titik terang yang bisa ku jelaskan tentang dimana dan kapan, masih jadi bayang-bayang semu, namun  untuk persiapan  lain gambaran itu sudah runtut .

Untuk merealisasikan semua itu pastinya kubutuh waktu yang banyak, agar bisa maksimal setelah menjalaninya. Jadi langkah awal yang harus kuambil adalah keluar dari pekerjaanku yang sekarang dan mencari pekerjaan lain yang bisa part time, atau setidaknya bisa pulang setengah hari, dan sasaranku kali ini adalah mencari lowongan di lembaga-lembaga pendidikan SD, SMP,dan sejeninsnya. Dengan begitu akan maksimal nanti untuk membagi waktunya. Dengan kata lain aku punya waktu sore yang bisa kupergunakan untuk mengelola lembaga yang akan kurintis itu.

Selanjutnya aku kan menyewa sebuah rumah yang akan kusulap menjadi beberapa bilik di dalamnya yang bisa dijadikan sebagai ruang kelas, setidaknya untuk awal aku butuh 2 ruang kelas dulu, satu ruang untuk kelas TPQ dan satunya untuk kelas Madin ( Madrasah Diniyah), lucu ya? mana ada Madin satu kelas?heheee.. Ups, kan baru awal, jadi persiapkan dulu kelas 'Ulya, untuk selanjutnya baru siapkan kelas Wustho,dan kelas Akhir. dalam pikiranku, hanya terbayang 3kelas itu yang tercover dalam lembaga Madin, nyeleneh dikit tak apalah....... Lanjuut...

# Episode 2
Masuk ke episode selanjutnya, rasanya aku masih terus berasyik masyuk dalam kelana imajinasiku, sungguh seperti rangkaian episode sinetron-sinetron di televisi, dan akulah sang sutradaranya yang berhak mengatur sesukaku mau dibawa kemana alur ceritanya,,menyenangkan....

Kali ini akan kubawa alur ini ke konsep operasional yang akan kupakai dalam pelaksanaanya. hmmm ternyata butuh banyak sekali yang perlu ku persiapkan. Sudah dijelaskan di episode pertama kalo lembaga yang akan ku rintis itu adalah berupa Madrasah. Jadi konsepnya pun harus sesuai dengan namanya. Meski aku awam tentang masalah itu dan hanya menuruti sebuah imajinasi, namun tak apalah...(maksa banget...).

Begini Teknisnya: Untuk kegiatan belajar mengajar dilaksanakan setiap hari senin-Jumat untuk Madin dan senin-Kamis untuk TPQ, pembelajarannya dimulai pukul. 15.30-16.30, 2jam cukup ( kaya' iklan BKKBN "2 anak cukup"hehhee). Dengan jadwal pelajaran Madin: Fiqih, imla', shorof, tajwid, alqur'an dan hadits, rencananya kitab-kitab yang akan kami pakai pun ala-ala Jawi ( yang pernah dipakai ngaji dulu,,). Untuk ustadz dan ustadzahnya saya akan bekerjasama dengan teman-teman yang saya kenal disini ( padahal gak punya teman,,, ;-( hiksz). Pokoknya minta bantuan kakak2, teman2, temannya teman, temannya kakak, sodara2, dan lain sebagainya yang sekiranya mumpuni dibidang masing-masing.
Wuih....benar-benar ribet. Tapi entah kenapa pikiranku terus bergerilya merangkai mimpi-mimpi itu, runtut sekali... dan menari-nari dalam benakku, tak mau hilang meski hari berganti.

# Episode 3
Masih tetap bersambung, tak tau apakah ini episode terakhir atau nanti akan ada cerita selanjutnya yang pasti ingin kutulis semuanya. Jika suatu saat ku mulai lelah akan kubuka lembaran ini sebagai motivasiku dan pengingat bahwa ku punya mimpi besar yang layak untuk kuperjuangkan. Cie.....

Kali ini tentang administrasi, tergambar di otakku bagaimana nanti kupersiapkan segala macam keperluan administrasinya, seperti buku database siswa, absensi, buku Kas, buku inventaris, biodata pengajar, susunan organisasi, menyusun RAB, menyusun program kerja, buku laporan harian dan masih banyak lainnya ( baru itu sih yang tergambar). Ah rasanya tak sabar ingin melakukan semua itu tapi lagi-lagi ini baru imajinasi.

Rasanya semua sudah memenuhi syarat, selanjutnya publikasi. mungkin brosur dan spanduk bisa sedikit membantu, ditambah lagi via media sosial dan sms ke wali murid-wali murid yang banyak dikenal di kerjaan sebelumnya. Hmm, untuk target awal 20 siswa dah banyak lah..... Kurang atau lebih harus disyukuri dan dibina dengan maksimal (sambil senyum2 membayangkan keramaian anak2 yang polos).

Dengan segala tekad yakin lembaga pendidikan ini akan berjalan, apalagi jika diamati rasanya belum ada lembaga Madin di daerah sini. Jadi tambah semangat membayangkannya.
Ku planing kalau sudah berjalan minimal setahun, akan ku ajukan proposal ijin operasional ke Kemenag, supaya lembaga itu nanti diakui dan bisa dipercaya oleh masyarakat dari segi kualitasnya. hmmmm...so sweet.....

Setelah itu, dengan berjalannya waktu aku akan terus memperjuangkannya hingga bisa memiliki fasilitas yang lebih lengkap sebagai sarana mengasah kreatifitas anak, mereka harus diajarkan kesenian hadrah,rebana, muhadloroh, dziba'iyah,dan kegiatan2 lain yang mendukung perkembangan islam di era modernisasi ini.
Hingga suatu saat nanti lembaga kami telah memiliki gedung sendiri dan semakin berkembang dan berpengaruh di lingkungan masyarakat.

Subhanallah...ternyata sampai sini saja imajinasiku, kalo diteruskan bakal panjaaang....gak cukup dua hari membacanya,heeee..
Mungkin ini baru sekedar mimpi, namun suatu saat nanti ku kan berusaha mewujudkannya. Ku yakin bisa jika Dia meridhoinya.. Antara imaji dan mimpi ini tertanam seribu harapan yang kan terus menggedor ruang kalbuku untuk dapat merealisasikan. Amiiiiiiin


3 komentar:

  1. Untuk mewujudkan impianmu caranya sebenarnya sangat sederhana... segeralah bangun dan mulailah dengan satu tapak langkah... kendati itu kecil..lemah dan sendiri... itu akan bernilai dan luar biasa di masa depan....

    BalasHapus
  2. terimakasih supportnya pak...ini sudah mulai mrintis,tapi dalam koridor yang tak sama dengan yang diatas, cari aman...heee menurut pendapat sampean gmna?

    BalasHapus
  3. setiap kita punya cara hidup dan mensikapi hidup dengan berbeda.... itu pasti jadi.... kalau saya punya prinsip.. "bakar kapal" tau kan cerita itu... Modal terbesar seorang pengusaha itu cuman 3: 1.Tekat Kuat 2. Tekat Kuat 3. Tekat Kuat

    BalasHapus