Kala ku tundukkan wajahku, dan mencium bumi yang beralaskan sajadah, ada rasa nyeri direlung hati butiran airmata pun mengalir, ku tahu saat itu kekhusyuk'anku justru hilang, dalam hatiku berkecamuk rasa sakit, menangisku karna rasa sakit itu diulu hati, kata-kata pedas yang baru saja kudengar sesaat sebelum ku berdiri dalam barisan kalimat takbir sholat. Kusadar betapa rapuh hati ini, apakah aku yang terlalu sensitif? atau kata-kata itu yang memang tajam?
Betapa kecil dan hinanya,lagi rapuh dan lemah diri ini tanpaMu ya Rabb... betapa tipis dan pendeknya keimananku, hanya kata gurauan saja mampu menggores hati, memporak porandakan kekhusyukan sholat, sungguh ku semakin sadar aku bukan siapa-siapa tanpaMU. betapa ku sombong selama ini, betapa angkuh, betapa dan betapa yang lainnya yang mengotori seluruh sel-sel tubuhku. "Rabb......bukakan pintu maafMu, ijinkan ku masuk dan jangan biarkan sedikitpun kakiku melangkah mendekati pintu keluarnya..."
Semakin takut rasanya untuk bertindak seperti ada bola mata yang mengawasiku dalam setiap gerak, kehati-hatian semakin menjadi prioritas. Dalam beribadah pun aku takut itu kulakukan bukan semata-mata karna-Nya, ku takut ada maksud lain yang justru merusak pahala ibadahku. ketika ku mengutarakan ketakutankupun aku takut itu sebuah kesombongan, lalu aku harus bagaimana ini?
Ketika ku bersujud dalam malam yang sunyi ku pun takut hatiku menjadi sombong dan mengira orang2 yang lain tak sedang melakukan hal yang sama, ketika ada hal baik yang ingin ku sampaikan kujuga takut disangka sok alim, ketika ku takut disangka sok alim dalam bilik hati ku takut bersuudhzon pada yang lain. Ketika ada hal buruk yang terjadi padaku, akupun takut akan hilangnya rasa syukurku, atau mugkin aku akan merasa sebagai orang yang berkedudukan tinggi dimataNya, Ah,,sungguh sombong!
Aku takut karena kelalaianku Kau jadi tak menghiraukanku, aku takut bila sikap atau tingkahku menjajuhkanku dari-Mu, aku takut jika sekelumit kataku mendatangkan kemarahanMu, kutakut tapi ku tak mampu menjaga, ku takut tapi ku belum bisa mencegah, ku takut namun masih sering kulakukan.
Takutku belum mampu menjagaku
Takutku belum bisa mengendalikanku
Takutku masih sekedar kata-kata
Untuk itu....
Bimbing aku
beri ku petunjukMu
Jangan pernah tinggalkanku
Dekapku dalam Rahman dan Rakhim-Mu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar